Contact Form

 

Naruto Chapter 622 : Sisi lain!



Sebelumnya di Naruto Shippuden, pertemuan yang pertama dengan Hashirama telah memberikan kesan bagi Madara. Kini kisah mereka dimulai dari sungai itu?

GEDEBUG!!

[PERTEMUAN DI SUNGAI MATI!]

Flashback, ketika kali pertama Hashirama bertemu Madara. Saat itu tampak Madara kecil sedang bermain lempar batu dipinggiran sungai.

Madara : Aku bertanya siapa kau ini!
Hashirama menjawab : Namaku Hashirama. Aku tak bisa memberitahu siapa nama klanku.

CLECK!!

Madara bersiap sambil memegang erat sebuah batu.

Madara : Hashirama ya, lihat baik-baik!

WHUTTTT!!!

Madara kecil kemudian melempar batu ini kearah sungai dengan sekuat tenaga.

Pikir Hashirama sambil mengamati : Caranya melempar, dia pasti menggunakan teknik shuriken!
Madara : Sialan kau! Berdiri dibelakangku dengan tujuan mengganggu konsentrasiku! Aku tahu yang kau pikirkan, bahkan aku tak bisa buang air kecil jika seseorang berdiri di belakangku!
Hashirama terkejut yang sedari tadi tenang memperhatikan : !! maafkan aku!
Madara : Hm, kau bahkan tak gentar sama sekali. M-maaf, itu hanya alasanku.
Hashirama : Aku tidak tahu kalau kau bermasalah dengan gangguanmu.
Madara tiba-tiba jengkel : Aku sama sekali tidak mengerti kau itu orang baik atau bukan, sial!
Hashirama : Hahah! Tapi setidaknya kau mengerti bahwa aku lebih baik daripada dirimu ketika bermain lempar batu!
Madara tambah jengkel : Selanjutnya aku akan menggunakanmu sebagai incaranku!
Hashirama sesekali merunduk merasa bersalah : Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud membuatmu marah. Aku siap melemparkannya ke sungai untuk membuktikannya.
Madara : Apa kau sadar bahwa kau juga menyebalkan?
Hashirama : Aku hanya berharap bahwa aku bisa dikenal dari sisi yang lain.
Madara : Aku memang gak ngerti dirimu! Pergi saja!
Hashirama beranjak pergi dari sungai tersebut : Baiklah!

SETTHH!!
(Namun Madara sempat memegangi bahunya)

Madara berteriak : Tidak, tunggu dulu!
Hashirama : Aku disuruh pergi atau tidak sih? Bisakah kau lebih jelas ngomongnya?

Namun ditengah ketidakjelasan itu, tiba-tiba saja, dari sisi lain sungai tersebut mereka melihat sesosok shinobi yang entah itu sudah mati atau hidup sedang mengapung sungai.

Madara kaget : Apa itu?

TAK!TAK!

Hashirama langsung memeriksa keadaan shinobi tersebut.

Madara : Bukankah itu shinobi?
Hashirama memeriksa keadaan shinobi tersebut yang ternyata sudah tak ada : Perang akan mencapai tempat ini. Pulanglah.
Pikir Hashirama : (Ini simbol dari klan Hagoromo) Aku harus pergi! Sampai jumpa!

TAK!TAK! (Hashirama pergi begitu saja dengan mengucapkan salam perpisahannya pada Madara)

Madara : Aku Madara, tidak akan memberitahukan nama klan kepada orang asing.

Ternyata mereka masih sempat bersahutan, namun dengan Hashirama berada di sisi lain sungai itu.

Hashirama : Itu adalah salah satu peraturan shinobi.
Madara : Seperti perkiraanku, kau juga seorang shinobi.

Hashirama menceritakan kisahnya : "Kami memiliki karakteristik yang berbeda, tapi waktu itu aku merasakan kami tidak jauh berbeda. Aku juga merasakan bahwa aku mengerti kenapa dia datang ke sungai waktu itu. "


Ternyata waktu itu Hashirama pergi menemui anggota klan mereka yang lain. Waktu mereka berjumpa, ternyata ada beberapa shinobi dari klan mereka yang telah dikuburkan.

Hashirama dengan menahan duka : Kawarama...
Anak A sambil menangis disampingnya : Sob.
Shinobi B (sepertinya itu adalah pemimpin klan waktu Hashirama kecil) : Shinobi tidak merengek! Mereka ditakdirkan terlahir untuk bertarung sampai mati! Kau harus bersyukur masih ada mayat yang bisa kita ambil! Saat ini musuh bukan hanya dari klan Hagoromo, tapi Uchiha juga. Mereka sangat kejam!
Hashirama dengan nada keras : Meskipun begitu, Kawarama masih 7 tahun! Berapa lama lagi perang perang akan berakhir?
Shinobi B : Sampai kita tidak memiliki musuh. Mengarungi hidup di dunia tanpa perang tidak akan mudah!
Hashirama : Lalu untuk apa kau mengorbankan anak-anak juga?

JLEEEBBB!!! (Seketika shinobi tersebut memukul Hashirama yang dikira dia telah mengucapkan pertanyaan yang lancang)

Hashirama meringis kesakitan : Ugh.
Shinobi B : Aku tidak akan membiarkanmu menghina Kawarama! Dia adalah shinobi yang pantas mati dengan cara tersebut! Dia bukan anak kecil lagi!
Anak C mengkhawatirkan keadaan Hashirama : Apa kau baik-baik saja, Kak Hashirama?
Anak A : Kau tahu, bagaimana senangnya aku jika kau menentang ayah kita.

Ternyata dari sini dapat diketahui bahwa shinobi yang saat itu memukul Hashirama adalah ayahnya sendiri.

Gumam Hashirama : Aku, Itama, Tobirama. Aku tidak akan membiarkan kalian mati sia-sia juga!
Hashirama bersikeras : Bagaimana kau bisa bilang bahwa klan senju adalah klan yang penuh cinta? Seperti apa shinobi yang pantas itu?
Shinobi B : Para orang tua telah berbicara untuk menunjukkan jalan yang tepat bagi kematian anak-anaknya! Kita juga melakukan hal yang sama pada klan Uchiha! Itu adalah penghormatan terhadap musuhmu. Mungkin tampak kekanak-kanakan, tapi itu selama mereka memiliki senjata. Dan merubahmu dari anak-anak menjadi shinobi yang pantas, itu berarti kau mencintai mereka!
Hashirama : Apa kau mau mati untuk menjadi shinobi yang pantas itu? Kau hanya membunuh dan terus membunuh, tanpa mengetahui darimana semua ini dimulai! Kau bahkan tak bisa mengatakan nama klanmu karena menganggap itu berbahaya! Dunia shinobi ini jelas-jelas salah!
Shinobi B sambil meluapkan kemarahannya di tangan kanannya : Orang-orang sepertimulah yang pantas disebut anak kecil!

SETTTHH!!

Kemudian salah seorang saudaranya datang untuk mencegah!

Anak A : Ayah, hari ini kakakku hanya merasa tertekan. Maafkan saja dia.
Shinobi B : Tenangkan dirimu, Hashirama.

Sesaat kemudian, tampak ketiga bersaudara tersebut sedang duduk santai di atas batang pohon besar yang sudah ditebang bagian atasnya.

Anak A : Para orang tua memang bodoh. Jika mereka ingin bertarung untuk menghentikan semua ini, seharusnya membuat sebuah perjanjian dengan musuh.
Anak C : Tapi bagaimana dengan saudaramu yang terbunuh? Dan teman-temanmu yang menyesal?
Anak A : Maka nasibmu juga akan seperti mereka yang sudah mati jika tetap berbicara seperti itu. Kau dan para orang tua lainnya juga mulai terbakar amarah. Mulai sekarang sebagai shinobi harus mampu menahan perasaan masing-masing, menciptakan peraturan, mematuhinya dan menghindari peperangan yang tak berarti.
Hashirama : Seandainya saja masih ada cara untuk membuat perjanjian, seperti sebuah alianshi.
Anak A & C terkejut mendengar kata-kata itu dari Hashirama : ?? Hm, perjanjian?

Hashirama bercerita tentang kepedihan di masa lalunya : "Perang antar negara berlangsung selama beberapa periode, umur rata-rata shinobi dan warga lainnya yang masih hidup saat itu 30 tahun. Sungguh masih muda!"

Kelanjutan flashback, saat itu Itama (anak C) ternyata dipojokkan oleh beberapa klan dari Uchiha. Dan mereka terlihat lebih kuat darinya.

SRINGGG!!!
JRUASSSHHH!!

Namun, ketika seorang Uchiha mengaktifkan Sharingannya, nyawa Itama pun tak tertolong lagi. Tak berselang lama, anggota klan lainnya pun datang namun terlambat untuk menyelamatkannya.

Hashirama dan yang lain terkejut : !!

Hashirama melanjutkan cerita masa lalunya : "Itama, menjadi bagian dari banyaknya anak-anak yang mati."

Flashback berlanjut, kali ini terlihat scene di pinggir sungai ketika Hashirama sedang duduk bersantai. Namun, tak lama ia didatangi oleh Madara dari belakang.

Madara : Hey, sudah lama juga ya. Hashirama, tampaknya kini kau merasa tertekan? Apa sesuatu telah terjadi?
Hashirama : Sudah kukatakan padamu, aku tak apa-apa!
Madara : Kau berbohong, kau bisa membicarakannya denganku.
Hashirama : Tidak apa-apa.
Madara : Baiklah, katakan saja.
Hashirama : Tidak, aku sungguhan, tak apa-apa.
Madara : Jangan berlebihan memikirkannya, aku pasti akan mendengarkanmu.
Hashirama : Tapi benar, tidak ada apa-apa.

Meskipun mengatakan semuanya baik-baik saja, tapi kedoknya terungkap ketika dia membalikkan wajahnya ke arah Madara yang ternyata bahwa Hashirama tak dapat menahan air matanya.

Madara dengan kesal : Sudah katakan saja!
Hashirama pun berbagi kisah dengan Madara : Adikku telah mati.
Madara terdiam sambil merasakan duka Hashirama : !
Hashirama : Alasanku datang kesini adalah dengan melihati sungai ini aku merasa seperti perasaan buruk yang membayang-bayangiku terbawa pergi menjauh oleh aliran sungai ini. Namamu Madara kan? Aku pikir mungkin sama sepertimu. Apa kau juga punya saudara?
Madara : Aku punya 4 saudara. Aku masih memiliki mereka. Kami adalah shinobi, kami mungkin bisa mati kapan saja. Satu-satunya cara untuk tidak mati adalah menunjukkan perasaanmu kepada musuh, tanpa menyembunyikan apapun dan menjadi sekutu mereka. Tapi itu tidak mungkin, karena sama sekali tak ada kemungkinan untuk melihat perasaan seseorang. (sambil memain-mainkan batu ditangannya dan berancang-ancang untuk melemparnya.)

WUSSHH!!!

Madara melemparkannya : Bahkan kau tidak tahu apa yang dipikirkan musuh.
Hashirama : Apakah semua itu memang benar?
Madara : Aku tak begitu yakin, tapi aku selalu datang kesini dengan harapan cara itu masih ada.

PLLUKKK!PLUKKK!!

Setelah sebelumnya tak berhasil melempar batu itu ke sisi lain sungai tersebut, akhirnya Madara pun berhasil mencapainya!

Madara dengan tawa kecil : Saat ini sepertinya harapan itu masih ada. Akhirnya bukan saja dirimu, tapi aku dapat mencapai sisi lain sungai ini juga.

Total comment

Author

Sandy Afrian

0   komentar

Post a Comment

Terima Kasih Sudah Mengunjungi Blog Saya.
Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentarnya, baik itu ucapan Terima Kasih atau kritik....

dan juga jika ingin mencopas artikel ini sertakan sumbernya :)

Cancel Reply
Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Ini Semoga Apa Yang Saya Sampaikan Bermanfaat
Powered by Blogger.